Suatu kerajaan, dimana megalo - patriarka bercokol berkuasa.
Ketika alfabet merah muda
Mengisi kertas hitam
tuan muda.
Ketika alfabet merah muda
Mengisi kertas hitam
tuan muda.
Sekonyong-konyong kuda-kuda saya yang dipaksa kuat, sempoyongan. Sengatan listrik mendera bagian dari diri. Yang sembunyi terselubung. Karena rentan. Selepas ia berujar singkat, rahasia sakti tersingkap. Tanpa tata karma ia memasuki pentagon saya. Saya tidak bilang terobos, karena tidak ada pemaksaan dan tidak terjadi kekerasan fisik. Tetapi pada suatu malam, disuatu motor, disuatu tempat sebutlah antah berantah. Komentar singkatnya itu memporakporanda bagian paling inti, inti dimana didalamnya ketakutan menyejati. Tetap saja ia berujar sekedar. Mungkin berkelakar.
Celoteh ringan itu dibalik diafragma, menggelegar. Dia bilang saya:
"Mereka bilang saya monyet."